 |
| Istana Kuning |
Dalam
postingan kali ini saya akan menceritakan tentang kota dimana saya dibesarkan,
kota dengan sebutan Kota Manis yaitu Pangkalan Bun. Kota Pangkalan Bun berada
di Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah. Menurut perkembangannya,
Pangkalan Bun dikenal sebagai Pangkalanbuun
dan merupakan pelabuhan atau pangkalan di tepi Sungai Buun. Kota ini merupakan
tempat kedudukan Raja/Pangeran Kerajaan Kotawaringin, setelah Istana di
Kotawaringin Lama ditinggalkan pada tahun 1841. Istana di Pangkalan Bun dikenal
sebagai
Istana Kuning.
Pertama-tama
saya akan menceritakan tentang Istana Kuning yang terdapat di tengah Kota
Pangkalan Bun, Istana ini didirikan oleh Pangeran Adipatih Anta Kusuma yang
merupakan Raja pertama Istana ini. Istana ini pernah terbakar dan kemudian
dibangun lagi pada tahun 2000. Meskipun
bernama Istana Kuning, namun bangunannya keseluruhan berwarna coklat, warna
kuning adalah warna bagi orang-orang Kotawaringin, sehingga disebut Istana
Kuning. Memandang ke bawah terdapat Taman yang sangat indah, saya dan
teman-teman sering bersantai pada sore hari di taman ini, dan saat Bulan Ramadhan biasanya taman ini
digunakan untuk tempat pasar Ramadhan yang menjual berbagai macam makanan dan kue serta sup buah. Selain Istana Kuning, di Pangkalan Bun
juga terdapat rumah Betang yaitu rumah adat khas Kalimantan Tengah yang
terletak di Jalan Pasir Panjang.
 |
| Taman Istana Kuning |
 |
| Rumah Betang di Pangkalan Bun |
Terdapat Pantai yang sangat terkenal di
Pangkalan Bun yaitu Pantai Kubu, Pantai yang terletak 30 km dari kota Pangkalan
Bun ini ramai pengunjung setiap hari libur sekolah maupun saat Lebaran, saya
dan keluarga sering mengunjungi Pantai ini untuk menikmati keindahan Pantai, merasakan
masakan laut lezat yang disajikan berjejer di bibir Pantai, dan bermain air
serta bersantai bersama keluarga dan teman-teman. Di seberang Pantai Kubu
terdapat Pantai Tanjung Keluang yang harus ditempuh dengan menaiki perahu
penyebrangan dengan waktu 30 menit dari Pantai Kubu. Pantai Tanjung Keluang
memiliki hamparan pasir putih bersih dengan laut yang tenang sangat cocok untuk
bersantai dan berenang sambil menikmati pesona pantai. Pantai ini langsung
menghadap ke Laut Jawa. Banyak sekali turis-turis asing berdatangan ke Pantai
ini karena memang menjanjikan keindahan dan ketenangan setelah lelah terhadap
hiruk pikuk keramaian kota. Tak hanya Pantai, turis-turis banyak berdatangan
untuk melihat penangkaran orangutan di Taman nasional Tanjung
Puting.
 |
| Saya sedang berada di pinggir Pantai Kubu |
 |
Pintu gerbang Pantai Kubu
|
 |
| Taman Nasional Tanjung Puting |
Kemudian, daerah Kotawaringin Barat memiliki suatu
makanan khas yaitu Coto Manggala, Coto Manggala terbuat dari Singkong yang
dipotong dadu dengan bumbu-bumbu khas dan ditaburi bawang goreng, telur, ayam
suwir, perkedel kentang dan bihun, membayangkannya saja membuat perut saya
terasa lapar, biasanya setiap seminggu sekali ibu saya pasti memasak Coto
Manggala, walaupun Ibu saya asli orang Yogyakarta namun beliau sudah ahli dalam
membuat Coto Manggala yang lezat sekali. Oh ya, pada Ulang tahun yang ke 50, Kotawaringin Barat membuat rekor Muri dengan
menyajikan 8000 mangkok coto manggala yang digelar di sepanjang 2,1 km di Jalan
Pangeran Antasari. Pertama-tama tim Muri akan menilai dan mencatat perayaan ini
lalu kemudian Coto Manggala dibagikan ke warga Pangkalan Bun, wargapun
berhamburan untuk mendapatkan beberapa mangkok coto manggala, saya mengambil 3
mangkok coto manggala dan saya bawa pulang ke rumah.
 |
| Coto manggala khas Pangkalan Bun |
Di pusat kota Pangkalan Bun terdapat sebuah
bundaran Pancasila yang merupakan taman berbentuk bundar dengan tugu berlambang
Garuda di tengah-tengahnya,bundaran ini memang menarik untuk dijadikan objek
foto dan tempatnya bersantai bagi anak-anak muda maupun orang dewasa sambil
menikmati jajanan warung-warung tenda yang tertata rapi di seberang Bundaran
Pancasila.
 |
| Bundaran Pancasila |
Setiap liburan kuliah, saya selalu pulang ke
Pangkalan Bun, saya sering berkumpul bersama teman-teman SMA untuk sekedar
mengobrol dan bercanda untuk melepas rindu. Biasanya kami berkumpul di pusat
perbelanjaan maupun di cafe atau di tempat karaoke dan rumah makan. Pangkalan Bun juga terkenal sebagai kota yang
bersih dan tertata rapi hingga mendapatkan Piala Adipura berkali-kali dan
sekarang Pangkalan Bun makin berusaha untuk mendapatkan Piala Adipura kencana
pada tahun 2015.
 |
| Bundaran Adipura |
Nah bagi yang ingin berkunjung ke Pangkalan
Bun, kalian tidak perlu khawatir karena Pangkalan Bun memiliki sebuah Bandara
bernama Bandar Udara Lanud Iskandar dan sebuah Pelabuhan bernama Pelabuhan
Panglima Utar jika ingin menaiki kapal. Jangan lupa untuk membeli oleh-oleh khas
Pangkalan Bun yaitu Batu Kecubung. Ada bermacam-macam bentuk perhiasan yang
terbuat dari Batu kecubung yaitu gelang, cincin, kalung. Jika tidak ingin
membeli perhiasan, ada juga kaos bergambar
wilayah Kalimantan dengan harga sekitar
Rp 35.000 sampai Rp.40.000.
 |
| Bandar Udara Lanud Iskandar |
 |
| Perhiasan batu kecubung |
2 komentar:
Super sekali. Ayok pulang hahaha
Mantappnyaaa nov,,
Posting Komentar