Kalau sedang berjalan-jalan saat
malam hari di kota Yogyakarta, jangan lupa berkunjung ke tempat yang satu ini
yaitu “Alun-Alun Kidul Yogyakarta” yang terletak di belakang keraton
Yogyakarta. Terdapat permainan terkenal di sini yaitu permainan yang disebut “masangin” singkatan dari masuk dua beringin. Cara mainnya,
mata kita ditutup dengan kain, kemudian badan diputar sebentar dan dihadapkan
pada tengah-tengah beringin kembar dan kita tinggal berjalan lurus memutari
beringin, katanya barang siapa yang berhasil maka permintaannya dapat
terkabulkan, entahlah mungkin itu hanya mitos karena menurut saya yang dapat
mengabulkan segala sesuatunya hanya Allah SWT.
Alun-alun kidul dipenuhi dengan lampu terang benderang
odong-odong dan sepeda menyala dengan bentuk yang bervariasi mulai dari bentuk mobil kodok sampai dengan mobil golf. Odong-odong tidak hanya ramai dengan aksesoris lampu tapi juga dengan musik full stereo dan layar TV untuk mobil. Untuk sewa 1 kali keliling alun-alun kidul dipatok harga Rp 30.000 untuk kapasitas sekitar 4 orang dan untuk kapasitas 8 orang bisa mencapai Rp 50.000, dan untuk sepeda gandeng dipatok harga Rp 30.000 untuk 3 kali putaran.
Karena saat itu saya bersama orang tua dan adik, jadi kami memutuskan untuk naik mobil kodok untuk kapasitas 4 orang, yah lelah juga mengayuhnya, karena meskipun berbentuk mobil tetapi untuk menjalankannya bukan dengan mesin melainkan dikayuh seperti sepeda. Tetapi rasa lelah terbayarkan dengan rasa bahagia karena kebersamaan kami di tempat yang mengasyikkan seperti ini. Setelah puas bermain-main, kami pergi ke depan keraton dan menemui banyak pedagang di sekitar, kami memesan wedang ronde, susu jahe, gorengan tempe tahu, dan sate ayam.
odong-odong dan sepeda menyala dengan bentuk yang bervariasi mulai dari bentuk mobil kodok sampai dengan mobil golf. Odong-odong tidak hanya ramai dengan aksesoris lampu tapi juga dengan musik full stereo dan layar TV untuk mobil. Untuk sewa 1 kali keliling alun-alun kidul dipatok harga Rp 30.000 untuk kapasitas sekitar 4 orang dan untuk kapasitas 8 orang bisa mencapai Rp 50.000, dan untuk sepeda gandeng dipatok harga Rp 30.000 untuk 3 kali putaran.
Karena saat itu saya bersama orang tua dan adik, jadi kami memutuskan untuk naik mobil kodok untuk kapasitas 4 orang, yah lelah juga mengayuhnya, karena meskipun berbentuk mobil tetapi untuk menjalankannya bukan dengan mesin melainkan dikayuh seperti sepeda. Tetapi rasa lelah terbayarkan dengan rasa bahagia karena kebersamaan kami di tempat yang mengasyikkan seperti ini. Setelah puas bermain-main, kami pergi ke depan keraton dan menemui banyak pedagang di sekitar, kami memesan wedang ronde, susu jahe, gorengan tempe tahu, dan sate ayam.
Semakin larut, daerah di sekitar keraton semakin ramai dengan
pedagang dan pengunjung yang sekedar ingin bersantai, makan dan minum serta berjalan-jalan.


7 komentar:
Aku blm pernah naik mobil kodoknya,, kalo masangin udah,,
Aku juga belum. Emang namanya mobil kodok?
ciee yang bareng keluarganya.. kapan2 bareng sama kita noop..hehe
Maksudnya masangin apa muj?
Macam2 sih. Tapi yg kunaikin itu kyak mbil kdok haha
Okee ayooo kapan??
asiknya liburan bareng keluarga,,, jadi pengen
Posting Komentar